Whatapps

Minggu, 29 Oktober 2017

PTK 007 Revisi 4 dari sudut pandang HSE

PTK 007 Revisi 4

Bagi rekan-rekan praktisi HSE yang bekerja di bidang minyak dan gas bumi tentunya tidak asing dengan PTK 007. Yaitu pedoman teknis peyediaan dan pengadaan barang, dalam proses tersebut salah satungya adalah penilaian CSMS (Contractor Safety Management System).
Pada tanggal 30 Mei 2017 telah terbit PTK 007 revisi 4.oleh SKK MIgas
Lingkup dari PTK 007 rev 4 adalah :

  1. Lingkup kegiatan Pengadaan Barang/Jasa meliputi perencanaan pengadaan, proses tender, manajemen Kontrak, pembinaan penyedia barang/jasa dan penyelesaian perselisihan.

2.Pedoman ini berlaku untuk semua kegiatan Pengadaan Barang/Jasa, kecuali pengadaan tanah, jasa pengacara/konsultan hukum, dan pengadaan asuransi, yang mengikuti ketentuan dalam pedoman khusus yang berlaku untuk pengadaan dimaksud.

Dalam penerapannya, penilaian kualifikasi dilakukan menggunakan Centralized Integrated Vendor Database (CIVD) adalah sistem online untuk pelaksanaan penilaian kualifikasi Penyedia Barang/Jasa secara terpusat dan terintegrasi antar KKKS dan database hasil penilaian kualifikasi untuk aspek administrasi, K3LL, dan data kualifikasi lainnya. Bukti penilaian kualifikasi yang telah dilakukan adalah berupa Sertifikat Pengganti Dokumen Administrasi (SPDA).
 Apa sih pengaruhnya dengan bidang K3?
Mari kita rangkum mengenai perubahan PTK 007 rev 4 ini dari berbagai sudut pandang
1.    Sebagai pemilik usaha/owner perusahaan :
-          Effort tambahan untuk mengurus SIUP(syarat pengurusan SIUP)
-          Bila konsorsium, hanya salah satu perusahaan saja yang wajib lolos CSMS
-          Bila terjadi fatality, perusahaan akan black list dan tidak dapat mengikuti tender yang berada dibawah naungan SKK Migas

2.    Sebagai praktisi K3 dalam perusahaan
-          Sebagai acuan tender pengadaan barang dan jasa diseluruh KKKS yang mulai berlaku july 2017
-          Bila konsorsium, hanya salah satu perusahaan saja yang wajib lolos CSMS, jadi bila konsorsium dengan perusahaan yang lebih besar maka tidak perlu bersusah payah untuk memepersiapkan document CSMS
-          Bila sudah lolos CSMS pada salah satu KKS, bisa digunakan untuk referensi saat akan tender di KKS lain (note : Namun bila dianggap perlu KKS boleh melakukan CSMS ulang) maka pekerjaan untuk CSMS tidak akan terlalu banyak menyita waktu lagi.
-          Bisa langsung membuat acuan CSMS internal untuk mengikuti CSMS di KKS lainnya

3.    Sebagai konsultan K3 eksternal perusahaan.
-          Bila perusahaan banyak yang konsorsium, maka job untuk permintaan CSMS akan berkurang hingga 50%, yah semakin sepi orderan..hehe
-          Harus lebih selektif saat menentukan criteria client, karena ada beberapa persyaratan yang wajib dimiliki oleh perusahaan tersebut


Baca Juga
https://sugengharibowo.blogspot.co.id/2017/09/perpanjanganperubahan-surat-keterangan.html

Selasa, 24 Oktober 2017

Pertolongan pertama (first aid) #1 CPR

Pertolongan Pertama (First Aid)
#1 CPR
Lagi iseng backup data di notebook, eh ketemu materi pelatihan first aider level 2 yang sudah agak-agak terlupakan, Sekalian untuk refresh diri saya sendiri baiknya saya sharing di blog deh.
Kali ini saya akan mengulas sedikit mengenai pertolongan pertama part 1 yaitu CPR, mengapa CPR???
Karena dalam CPR ini juga termasuk pemberian nafas buatan, dimana nafas adalah kebutuhan utama untuk manusia dapat hidup.
Baiklah selamat membaca…
Dalam kehidupan sehari-hari dan dalam lingkungan kerja kita, tidak terlepas dari kejadian yang tidak diinginkan (Incident).
Faktanya adalah :
       Insiden / kecelakaan dapat terjadi pada siapapun, dimanapun.
       Anda mungkin orang pertama yang menyaksikan kecelakaan dan bisa memberikan pertolongan.
       Anda mungkin dapat menolong / menyelamatkan nyawa orang yang mungkin adalah keluarga sendiri / teman / tetangga / teman kerja.
Tujuan pertolongan pertama bukanlah untuk menyembuhkan, melainkan :
       Menyelamatkan nyawa
       Melindungi yang tidak sadar
       Mencegah kondisi yang lebih buruk
       Mempercepat penyembuhan, bila pertolongan pertama dilakukan dengan benar
Peranan penolong pertama terlatih adalah sebagai berikut :
       Cepat panggil bantuan
       Segera lakukan CPR
       Segera lakukan debrillation
       Cepat lakukan tindakan lebih lanjut  (à  khusus tenaga medis)
Saat terjadi kondisi darurat/emergency yang harus dilakukan sbb :
       Jangan panik
       Panggil bantuan sesuai kebutuhan (hubungi tim emergency response : tenaga medis, fireman, safety & emergency response).
       Minta bantuan orang-orang di sekitar lokasi kejadian.

Saat akan menolong korban, ingat selalu :
Prinsip : D R A B C
   D  =  Danger  (bahaya)
   R  =  Response  (respon korban)
   A  =  Airway  (jalan napas)
   B  =  Breathing  (pernapasan)
   C  =  Circulation (peredaran darah & perdarahan)
Berikut ini adalah penjelasan prinsip DRABC
Danger
                   i.      Periksa situasi à pastikan anda aman untuk menolong, jangan sampai anda menjadi korban ke-2.
                 ii.      Periksa area sekitar korban apakah aman?
               iii.      Periksa korban, utamakan korban yang tidak sadarkan diri.
               iv.      Segera panggil bantuan (jangan terlambat).

Response
i.      Tepuk baku dan lengan korban, ucapkan :
“Apakah Bapak/Ibu baik-baik?”  atau
“ Kenapa Pak / Bu?”
ii.     Jika tidak ada respon :
      Segera panggil bantuan
      Periksa pernafasan
      Buka jalan napas
Airway
       Tengadahkan kepala korban (tempatkan telapak tangan anda pada kening korban, lalu dorong perlahan ke arah belakang)
       Angkat dagu korban dengan 2 jari anda


Breathing
Lihat, dengar dan rasakan   (tidak boleh lebih dari  10 detik).
       Lihat gerakan dada (kembang kempis / tidak)
       Dengar hembusan nafas dari mulut / hidung korban.
       Rasakan udara yang mengalir dari mulut / hidung korban pada pipi anda



# Jika korban bernafas
       Baringkan pada posisi recovery (à melapangkan jalan napas)
       Panggil bantuan medis
       Periksa pernapasan lagi

# Jika korban tidak bernafas
Berikan napas buatan 2 kali  (tidak boleh  lebih  dari 10 detik)
      Hindarkan kontak langsung mulut ke mulut bila anda tidak mengenail baik korban
Gunakan alat bantu berupa masker CPR, penghalang CPR atau mitela(kain)
      Pertahankan posisi jalan nafas tetap terbuka
      Pencet hidung korban dengan ibu jari dan telunjuk anda.
      Hembuskan 1 napas buatan (1 detik), perhatikan berkembangnya dinding dada.
      Jika dada tidak berkembang, ulangi dengan memperbaiki posisi kepala korban yang benar.
      Berikan lagi 1 napas buatan lagi (1 detik).

Teknik CPR
       Posisikan diri anda di samping korban
       Pastikan korban berbaring di permukaan yang datar dan keras.   Jika korban telungkup, balik tubuh korban agar posisi telentang.
       Lepaskan baju korban yang menutupi dada.
       Letakkan pangkal telapak tangan anda tepat di antara kedua puting dada korban.
       Letakkan telapak tangan anda lainnya di atas telapak tangan tadi.
       Luruskan (siku) lengan anda
       Tekan dada korban sedalam 4-5 cm setiap kompresi.
       Setiap akhir kompresi pastikan dinding dada berkembang dahulu sebelum dilakukan kompresi berikutnya.
       Lakukan kompresi 30 kali diikuti dengan 2 napas bantuan.
       Lakukan kompresi 100 kali kompresi per menit.
       Setelah selesai 5 siklus atau setiap 2 menit, stop CPR dan lakukan pengecekan nadi.
       Bila tidak ada nadi, lakukan ulang CPR (30 : 2).


Circulation
Periksa denyut nadi di leher
       Setelah pemberian 2 nafas bantuan, lakukan cek denyut nadi di leher  (tidak boleh lebih dari 10 detik).
       Pertahankan posisi kepala korban yang benar.
       Raba denyut nadi di leher ( di samping tonjolan batang tenggorokan / trakea) dengan 2 jari.

 Lanjutkan pemeriksaan bila terjadi perdarahan/luka terbuka segera hentikan perdarahan.
Bila terjadi henti jantung pada korban, gunakan defibrillation (Electric shock)
-          Tindakan menyetrum jantung dengan menggunakan alat elektronik (defibrilator / Automated External Defibrillator / AED ) untuk mengejutkan / membangkitkan rangsangan otot jantung untuk memompa jantung kembali.
-          Pemakaian alat ini disertai CPR yang adekuat dapat meningkatkan kesempatan hidup 49 - 75%.

-          AED ini sendiri di Indonesia sudah banyak disediakan terutama di bandara international dan beberapa tempat umum lainnya.

Demikian sedikit sharing dari saya semoga bermanfaat, jangan lupa di comment dan follow ya..