Whatapps

Jumat, 10 November 2017

Pengendalian bahan kimia


Pengendalian bahan kimia

Di dunia kerja saat ini banyak sekali pekerjaan yang berhubungan dengan bahan-bahan yang mengandung zat kimia. Bahan kimia tersebut dapat berbentuk padat, cair dan gas. Hal tersebut apabila tidak ditangani dengan benar tentunya dapat mempengaruhi kesehatan manusia dan lingkungan sekitar. Beberapa bahan kimia dapat menyebabkan iritasi kulit dan penyakit berat lainnya seperti paru-paru dan kanker, bahkan dapat membuat nyawa seseorang hilang dalam beberapa detik saja. Bahkan terdapat bahan kimia yang tidak stabil dapat terbakar atau meledak jika tidak ditangani dengan benar.
Untuk menghindari bahaya dan mengurangi risiko keamanan dalam penggunaan bahan kimia, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dari setiap produk atau barang yang digunakan :
1. Bahan kimia harus selalu diberi label yang jelas.
Bahan kimia harus selalu diberi label, hal tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi bahan kimia yang terdapat dalam produk yang digunakan. Label ini juga akan mengidentifikasi setiap bahaya yang terkait dengan penggunaan bahan kimia tersebut.
Bahan kimia yang ada dipasaran biasanya sudah berlabel ketika Anda membelinya. Label ini meliputi nama bahan kimia, konsentrasi (kekuatan) bahan kimia, informasi tentang bahaya yang terkait dengan bahan kimia, informasi darurat (Jika tertelan), nama produsen, dan tanggal pembuatan.

 2. Bahan kimia harus selalu disimpan di tempat yang tepat.
Bahan kimia harus selalu disimpan di tempat yang aman dengan bahan kimia sejenis. Anda tidak boleh menyimpan bahan kimia dengan makanan. Pastikan bahwa hanya bahan kimia dari kategori sama yang disimpan bersama. Jika Anda tidak yakin terhadap kategori suatu bahan kimia yang digunakan, selalu periksa label atau melihatnya pada Material Safety Data Sheet (MSDS).

3. Selalu periksa Material Safety Data Sheet (MSDS) sebelum menggunakannya.
MSDS merupakan komponen penting dari pengawasan produk. Hal ini dimaksudkan untuk menyediakan pekerja bekerja dengan cara yang aman, dan mencakup informasi seperti data fisik (titik lebur, titik didih, titik nyala, dll), toksisitas, efek kesehatan, pertolongan pertama, reaktivitas, penyimpanan, pembuangan, peralatan pelindung, dan penanganan tumpahan.
Informasi yang terdapat di dalam MSDS antara lain mencakup :
a) Identitas, Nama bahan, pabrik pembuat, alamat, nomor telpon darurat.
b) Komposisi bahaya dari bahan kimia yang terkandung didalamnya
c) Karakteristik Kimia dan Fisika, Titik didih/uap, tekanan uap dan berat jenis, daya larut dalam air, bentuk fisik/bau
d) Informasi kebakaran, Titik nyala, media pemadam, bahaya ledakan/kebakaran dan jenis alat pemadam kebakaran yang diperlukan,
e) Informasi kesehatan, Jalur masuk kedalam tubuh (pernafasan, tertelan dll), dampak dalam jangka pendek dan jangka panjang jika terpapar, prosedur darurat dan pertolongan pertama.
f) Informasi Reaktif, Tingkat kestabilan material, ketidakcocokan material, penurunan zat.
g) Prosedur Tumpahan, informasi penangangan tumpahan, pembuangan limbah dan penangangan material termasuk penyimpanan.
h) Informasi lainnya, Alat pelindung diri yang dibutuhkan, ventilasi, dan persyaratan pekerjaan.

4. Selalu memakai pelindung saat menangani bahan kimia.
Banyak bahan kimia yang dapat membahayakan manusia, oleh karena itu harus selalu mengenakan alat pelindung diri (APD) ketika menangani bahan kimia.
Jenis-jenis alat pelindung yang digunakan akan tergantung pada jenis bahan kimia. Anda harus selalu memeriksa MSDS yang terdapat di produk yang digunakan untuk mengetahui jenis-jenis bahaya yang berhubungan dengan kimia dan peralatan keselamatan apa yang harus digunakan jika menangani hal tersebut. Peralatan keselamatan dapat mencakup sarung tangan karet, celemek, masker debu, respirator, kacamata keamanan dan pelindung keselamatan lainnya.
  
§  Sebuah tempat penyimpanan kimia yang baik harus memiliki :
1.       Ventilasi yang baik (ventilasi di dinding, langit-langit, atau jendela yang terbuka) untuk menjaga sirkulasi udara dan mencegah berkumpulnya asap atau gas dalam ruangan yang dapat membahayakan (terhirup) pada saat dibuka.
2.      Dinding kokoh dan atap untuk melindungi angin dan hujan
3.      Permukaan padat dan tahan air, sehingga apabila terjadi tumpahan tidak mencemari tanah.
4.      Rak atau lemari untuk menyimpan barang-barang yang tidak boleh disimpan bersama-sama
5.      Terdapat kain dan spons (absorbent) untuk membersihkan apabila terjadi tumpahan
6.      Terdapat pasokan air dan selang yang dekat untuk membersihkan apabila terjadi tumpahan 




















Tidak ada komentar:

Posting Komentar